WN Singapura yang Bunuh Pacar di Bali Overstay Setahun, Polisi Telusuri Rekam Jejak

Adapun kasus pembunuhan ini terungkap setelah jasad AS ditemukan di sebuah kamar kos di Jalan Mekar II, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, pada Rabu (15/7/2026) malam.
Nyawa perempuan asal Tegal, Jawa Tengah, itu diduga dihabisi MZ. Jenazahnya lalu disembunyikan di dalam kamar kos selama beberapa hari dengan ditutupi boneka dan karpet.
"Dari hasil pemeriksaan dokter, penyebabnya dicekik," ujar Widiarta.
Polisi menduga MZ sengaja menyembunyikan jasad korban untuk menutupi perbuatannya.
Korban sempat tidak dapat dihubungi keluarga selama sekitar satu pekan sebelum akhirnya adiknya mendatangi lokasi kos.
Selama menyembunyikan jasad pacarnya itu, MZ tetap tinggal di lokasi kejadian.
Dia bahkan memindahkan jenazah ke kamar sebelah dan menutupinya dengan boneka-boneka milik korban serta karpet.
"Dia tetap tinggal di situ. Karena memang yang bersangkutan hanya tinggal di situ. Untuk menghilangkan baunya, pengakuan pelaku dia mencoba menggunakan air purifier," ucap Widiarta.
Polisi juga mengungkap bahwa pelaku sempat berupaya melarikan diri saat hendak ditangkap. MZ diamankan kurang dari tiga jam setelah polisi menerima laporan penemuan jenazah korban.
Kata Widiarta, Polresta Denpasar kini berkoordinasi dengan atase kepolisian Singapura di Jakarta untuk menelusuri rekam jejak pelaku di negara asalnya.
"Kami masih menjalin komunikasi dan meminta track record dari pelaku," tutupnya.
Artikel Terkait
- Mendagri Ungkap Strategi Pencegahan Korupsi di Daerah lewat Sistem dan Sikap Integritas
- Perkara Amplop Raja Juli di Tangan KPK
- Tolak Barcelona, Nico Williams: Lebih Baik di Athletic Bilbao daripada Menang Banyak Gelar
- Kebakaran TPA Cipayung Depok Padam, Petugas Lakukan Pendinginan
- 200 Kata-Kata Motivasi untuk Diri Sendiri agar Semangat dan Pantang Menyerah
- Polda Sumsel Ungkap Sindikat Penipuan Website Palsu Bhayangkara Run 2026
- Ada Barcode Laporan Anonim, Siswa: Kalau Lapor ke Sekolah Kadang Malu
- Krisis Murid Baru SD Negeri di Jateng dan DIY, Pakar Sebut Penduduk Usia Muda Terus Menurun