Warga Pamekasan Tolak Pembangunan Ritel Modern, Bupati Janji Putuskan Besok

Ia menegaskan pemerintah daerah akan mempertimbangkan aspirasi masyarakat yang menolak pembangunan ritel modern tersebut.
"Jika mereka tetap lanjut dan tidak mundur ya silakan saja, risikonya ditanggung sendiri," ujarnya.
Warga Minta Pembangunan Dihentikan
Dalam pertemuan itu, tokoh masyarakat Muhdlar Abdullah meminta agar pembangunan gerai ritel modern dihentikan.
"Kita datang ke sini hanya ingin mendengarkan satu kalimat. Bahwa pembangunan Indomaret harus dihentikan," katanya.
Muhdlar mengatakan, penolakan dilakukan karena masyarakat khawatir keberadaan ritel modern akan berdampak terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Yang kita lindungi para UMKM di bawah. Mereka menjual sekarang untuk dimakan besok. Itu yang kita lindungi," ujarnya.
Ia mengaku pembangunan gerai tersebut telah berlangsung sekitar sepekan dan dilakukan tanpa musyawarah dengan masyarakat setempat.
Menurut Muhdlar, awalnya hanya tujuh tokoh masyarakat yang menyampaikan keberatan kepada pemerintah kecamatan.
Namun, setelah informasi tersebut menyebar, penolakan meluas hingga diikuti puluhan warga.
Pihaknya berharap pembangunan gerai tersebut dihentikan untuk menghindari potensi konflik di masyarakat.
Artikel Terkait
- Empat Orang Masih Terjebak di Rumah Mewah yang Hancur akibat Ledakan di Medan
- Head-to-Head Putri KW vs Akane, Momentum Pecah Telur Seperti Wang Zhi Yi
- "Kami Akan Bertindak atas Nama Negara", Ultimatum Said Iqbal ke Kantor Laundry yang Tahan Ijazah
- Mandatori E20 pada 2028, Pemerintah Buka Peluang Swasta Bangun Pabrik Bioetanol
- 3 Zodiak yang Disebut Paling Beruntung pada 21 Juli 2026, Ada Scorpio
- 35 Soal Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi MPLS 2026 Jenjang SMP, Lengkap Kunci Jawaban
- Implan Gigi, Solusi Mengembalikan Senyum dan Fungsi Mengunyah
- Yunani Dilanda Gelombang Panas, Suhu Diprediksi Tembus 41 Derajat Celsius