Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Warga Mengungsi di Gereja, Dapur Umum Mulai Didirikan

Dampak Banjir Tapanuli Tengah Meluas ke 4 Kecamatan
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa dampak banjir bandang kali ini cukup luas. Setidaknya ada tujuh kelurahan di empat kecamatan yang terdampak luapan air, meliputi Kecamatan Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik.
Saat banjir melanda, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah bersama tim gabungan langsung bergerak cepat mengevakuasi warga yang terjebak.
"Sebanyak 145 jiwa warga Kelurahan Sipange mengungsi di Gedung Gereja HKBP Sipange sejak semalam. Dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan permakanan bagi warga terdampak," kata Abdul Muhari dalam siaran pers resmi BNPB, Minggu (19/7/2026).
Hingga saat ini, pihak BPBD Tapanuli Tengah masih terus bersiaga di lokasi guna memantau situasi terkini sekaligus melakukan pendataan terkait kerugian materil akibat banjir.
"Hingga kini, personel BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah masih bersiaga di lokasi dan mendata kerugian akibat banjir," tambahnya.
Penyebab Banjir Bandang di Tengah Musim Kemarau
Meskipun saat ini wilayah Indonesia secara umum telah memasuki musim kemarau, BNPB meminta masyarakat untuk tidak lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah.
Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumatera Utara diprediksi masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan dalam beberapa hari ke depan.
BNPB menjelaskan, fenomena hujan di musim kemarau yang memicu banjir bandang ini disebabkan oleh dinamika atmosfer yang tidak stabil di sekitar wilayah Sumatera.
"Hujan terjadi akibat masih adanya aktivitas gelombang atmosfer diprakirakan aktif, belokan angin di Samudra Hindia barat Sumatera serta suhu muka laut yang masih hangat mendukung pembentukan awan-awan hujan," papar Abdul Muhari menjelaskan penyebab banjir bandang Tapanuli Tengah.
Menutup keterangannya, BNPB mengimbau seluruh masyarakat di daerah rawan bencana untuk terus memantau informasi cuaca resmi agar dapat mengantisipasi potensi bencana susulan secara dini.
"Masyarakat diharapkan senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan terpercaya seperti BNPB, BPBD dan BMKG," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Banjir Bandang Terjang Tapanuli Tengah, 145 Warga Mengungsi ke Gereja HKBP
Artikel Terkait
- Juventus Incar Richarlison, Manfaatkan Koneksi De Zerbi dan Carnevali
- Hari Keadilan Internasional, Sumarsih Tagih Janji Negara Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM
- Napi Lapas Banyuwangi Pesan Sabu, Janjikan Rp 500.000 ke Pengantar
- Akan Ada 214,3 Juta Pemilih pada Pemilu 2029, Milenial Mendominasi
- Pengacara Don Ritto Ungkap Duit Disita dari Kafe de'Clan buat Bangun Pelabuhan
- Bareskrim Serahkan 3 Bandar Narkoba Katingan ke Polda Kalteng
- AS-Iran Perang Lagi, 18 Maskapai Ini Batalkan Penerbangan ke Timur Tengah
- LBH: Admin TheKerupuk Tak Pernah Diizinkan Bicara Empat Mata dengan Pengacara Saat Diperiksa